Sejarah Asosiasi Pengajar Viktimologi Indonesia

by yusufsaefudin / Sep 15, 2017 / 0 comments

PURWOKERTO-Asosiasi Pengajar Viktimilogi Indonesia (APVI) dibentuk pada tanggal 20 September Tahun 2016 di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).  Terbentuknya APVI tidak terlepas dari 3 Viktimolog Indonesia yakni Dr. Angkasa, S.H.,M.Hum. (Unsoed), Prof. Fachri Bey, S.H., M.M., Ph.D (UI) dan Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., Ph.D (UI), yang sudah sejak sekitar tahun 2000 an menekuni Viktimologi secana nasional dan internasional. Pada saat ini APVI berbadan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomer AHU-0006585.AH.01.07.Tahun 2017 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Pengajar Viktimologi Indonesia, serta telah mendapatkan Akta pendirian “Perkumpulan Pengajar Viktimologi Indonesia” No. 25,  tanggal 17 April Tahun 2017.

Pembentukan APVI merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Viktimologi Indonesia, di mana Dr. Angkasa, S.H., M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Unsoed (periode tahun 2012-2016) pada tahun 2016 menyelenggarakan dua agenda kegiatan di Fakultas Hukum Unsoed, yakni Pelatihan Viktimologi Indonesia (18-20 September 2016) dan International Conference on Victimology and Victims Assistance in Indonesia (20 – 22 September 2016).  Pelatihan Viktimologi Indonesia (PVI) diikuti oleh 72 (tujuh puluh dua) dosen sebagai peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pemateri PVI diisi oleh para pemateri yang berkompeten di bidang Viktimologi, yang terdiri dari  pemateri dalam negeri dan luar negeri. Pemateri dalam negeri, antara lain:

  1.  Prof. Fachri Bey, S.H., M.M., Ph.D (Fakultas Hukum Universitas Indonesia);
  2.  Prof. Dr. M. Arief Amrullah, S.H., M.Hum (Fakultas Hukum Universitas Jember);
  3. Dr. Angkasa, S.H., M.Hum (Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman);
  4. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., Ph.D (Fakultas Hukum Universitas Indonesia);
  5.  Dr. Elfine Lebrine Sahetapy, S.H., LL.M (Fakultas Hukum Universitas Surabaya)
  6. Dr. Nur Rochaeti, S.H., M.Hum (Fakultas Hukum Universitas Diponegoro); dan
  7.  Abdul Haris Samendawai, S.H., LL.M (Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)

Adapun pemateri PVI dari luar negeri, antara lain:

  1. Prof. Dr. Jaco Barkhuzen (Faculty of Law University of Limpopo South Africa)
  2. Prof. Marc Groenhuijsen (Tilburg University, President of World Society of Victimology  (WVS)The Netherlands);
  3. Michael J O’Connell (Commissioner of Victim’s Right South Australia, General Secretary of WVS, Australia)
  4. Prof. Gerd F. Kirchhoff, Dr. Jur (Jindai Global University Haryara India, Germany)

Pada akhir kegiatan PVI, diikuti dengan pembentukan APVI  pada tanggal 20 September 2016 di Fakultas Hukum Unsoed dan Dr. Angkasa, S.H., Hum terpilih sebagai Ketua APVI, sedangkan Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., Ph.D sebagai Sekretaris umum, Dr. Elfine Lebrine Sahetapy, S.H., LL.M sebagai Sekretaris eksekutif, Dr. Nur Rochaeti, S.H., M.Hum sebagai Bendaha umum, Prof. Fachri Bey, S.H., M.M., Ph.D sebagai Pengawas I, dan Prof. Dr. M. Arief Amrullah, S.H., M.Hum sebagai pengawas II.  Anggota Apvi tidak hanya terdiri dari unsur Dosen (pengajar), melainkan juga dapat peneliti dan pemerhati di bidang Viktimologi.

 Dibentuknya APVI mempunyai maksud dan tujuan:

  1. Untuk meningkatkan dan mengembangkan pengajar Viktimologi di Indonesia;
  2. Untuk meningkatkan dan mengembangkan riset dan pengabdian pada masyarakat bidang Viktimologi;
  3. Menjalin komunikasi dan interaksi pengajar, peneliti, dan pemerhati Viktimologi di Indonesia;
  4. Mengkooridinasikan kelompok-kelompok pengajar, peneliti dan pemerhati Viktimologi;
  5. Sebagai sarana untuk diskusi, berdialektika, dan komunikasi dalam langkah pengembangan kurikulum Viktimologi;
  6. Memberikan masukan kepada pemerintah dan penegak hukum berkenaan dengan perlindungan korban;
  7. Memberdayakan dalam hal peningkatan kapasitas akademik pengajar Viktimologi dengan keikutsertaan dalam seminar dan konferensi-konferensi serta dalam penulisan jurnal internasional;
  8. Membantu proses pembelajaran Viktimologi dan pembelajaran bagi mahasiswa khususnya pada penyusunan tugas akhir;
  9. Mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi;
  10. Melaksanakan kerjasama dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri dalam rangka pengembangan Viktimologi;
  11. Sebagai perwakilan Indonesia untuk WSV (World Society of Victimology);

Guna menindaklanjuti pembentukan APVI dan sekaligus melengkapi susunan pengurus APVI, maka pada tanggal 17 April Tahun 2017 di hadapan Notaris (Marifa Lestiana, S.H., M.Kn.) mendirikan “Perkumpulan Pengajar Viktimologi Indonesia”, yang kemudian mendapatkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomer AHU-0006585.AH.01.07.Tahun 2017 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Pengajar Viktimologi Indonesia dan Akta pendirian “Perkumpulan Pengajar Viktimologi Indonesia” No. 25,  tanggal 17 April Tahun 2017. (YS)